Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wewenang ESFI Untuk Seleksi Tim Esports India ke Asian Games Digugat ke Pengadilan Tinggi Delhi

Kamis, 17 September 2026 | September 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-17T01:25:25Z



MetaArenaNews - Esports Federation of India (ESFI) menghadapi gugatan hukum di Pengadilan Tinggi Delhi terkait keabsahan wewenangnya dalam menyeleksi dan mengirim atlet esports India ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Gugatan tersebut diajukan oleh badan esports rival, E Sports Games Federation (ESGF), seperti dikutip menurut laporan Exchange4Media yang dikutip The Esports Radar (17/10).

ESGF meminta pengadilan menjelaskan secara tegas dasar hukum atau surat keputusan resmi apa yang memberi ESFI kewenangan untuk menyusun longlist, shortlist, hingga skuad final Tim India di ajang esports internasional.

Akar Masalah: Status Hukum yang Ambigu
Persoalan ini bermula dari status esports di India yang belum sepenuhnya jelas secara kelembagaan. Kementerian Pemuda dan Olahraga India (MYAS) memang telah mengakui esports sebagai cabang multi-olahraga resmi, namun pengakuan terhadap cabang olahraga ini tidak serta-merta memberikan status resmi kepada satu organisasi tertentu untuk mengelolanya.

Hingga kini, pemerintah India belum menetapkan satu pun badan — termasuk ESFI — sebagai "National Sports Federation" (NSF) resmi untuk esports, status yang biasanya membawa kewenangan hukum atas seleksi atlet, peringkat nasional, dan representasi negara di ajang internasional. Tanpa status tersebut, secara teknis belum ada organisasi yang punya hak hukum tunggal dan tak terbantahkan sebagai otoritas esports nasional India.

Meski begitu, dalam praktiknya pemerintah tetap bekerja sama dengan ESFI. MYAS misalnya baru-baru ini menyetujui skuad 15 atlet esports India hasil seleksi ESFI untuk tampil di Asian Games Aichi-Nagoya. Celah antara kerja sama informal dengan pemerintah dan ketiadaan status hukum formal inilah yang kini dipersoalkan ESGF di meja hijau.

Tuntutan ESGF
Adapun untuk tuntutan nya, pihak ESGF meminta MYAS dan Komite Olimpiade India (IOA) menjelaskan secara tertulis dasar hukum, notifikasi, atau surat keputusan resmi yang memberi ESFI wewenang menyeleksi dan menominasikan atlet untuk ajang internasional. Argumen ESGF cukup sederhana: karena esports kini telah menjadi cabang olahraga resmi, proses seleksi atletnya seharusnya mengikuti aturan yang sama dengan cabang olahraga lain di India, khususnya berdasarkan National Sports Development Code of India dan National Sports Governance Act.

ESGF menuding ESFI selama ini bertindak sebagai "gatekeeper" esports India tanpa memenuhi persyaratan yang diatur dua kerangka hukum tersebut. Gugatan ini bahkan turut meminta pengadilan menghentikan ESFI dari mengklaim atau mengiklankan dirinya sebagai satu-satunya badan resmi yang berwenang menyeleksi Tim India, kecuali ada undang-undang spesifik yang memang memberikan status tersebut.

Proses Hukum Masih Berjalan
Pengadilan Tinggi Delhi telah mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada tiga pihak: Pemerintah India (Union of India), IOA, dan ESFI. Ketiganya diberi waktu empat pekan untuk mengajukan counter-affidavit atau tanggapan tertulis. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026. Hingga saat ini, kasus tersebut masih berjalan dan belum ada keputusan hukum atas klaim kedua belah pihak.

Persoalan otoritas seleksi Tim India di ajang esports internasional juga tidak berhenti di kasus ini saja. NODWIN Gaming, yang telah ditunjuk sebagai national partner oleh Esports Foundation untuk ajang Esports Nations Cup (ENC), turut menjalankan proses seleksi skuad India untuk turnamen tersebut. Bedanya, ENC merupakan kompetisi esports independen yang digelar Esports Foundation, terpisah dari Asian Games yang berada di bawah naungan Komite Olimpiade.

Semua permasalahan ini disebabkan oleh ketiadaan lembaga yang berbadan hukum resmi untuk Esports di India. Namun, walaupun demikian kami akan terus mencoba untuk memantau perkembangan kasus ini. 

Sumber: The Esports Radar (Tarun Sayal), mengutip laporan Exchange4Media
×
Berita Terbaru Update