Selama masa jabatannya, Roberts dikenal membawa Team Vitality menonjol lewat data komersial konkret yang menunjukkan nilai jual esports ke merek-merek besar. Pada April 2026 misalnya, organisasi ini mempublikasikan hasil sponsorship satu tahun bersama Nescafé Latte yang mencakup cabang Rocket League, League of Legends, dan EA FC. Mencatatkan lonjakan dua kali lipat pembeli baru, perluasan distribusi ritel, serta kenaikan brand awareness sebesar 44% di kalangan penggemar yang mengingat kemitraan tersebut. Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan lewat aktivasi bersama Magnum dan Uber Eats.
Dalam wawancara dengan The Esports Radar, Roberts menyebut laporan-laporan tersebut disusun bersama mitra eksternal seperti Blinkfire Analytics serta studi brand-lift dari agensi internal Vitality, RushBee, dengan tujuan membuktikan bahwa sponsorship esports bisa memberikan hasil yang sebanding dengan properti hiburan dan olahraga lain.
Pesan Perpisahan Roberts
Dalam unggahan perpisahannya, Roberts mengaku bangga atas pencapaian bersama timnya, termasuk pertumbuhan signifikan pendapatan komersial di tengah kondisi pasar yang sulit hingga mencatatkan tahun terbaik sepanjang sejarah perusahaan, serta peluncuran agensi internal yang telah menghasilkan sejumlah karya untuk merek dan mitra. Ia juga menyebut telah meluangkan waktu belakangan ini untuk merefleksikan diri, beristirahat bersama keluarga, dan kembali bermain golf, sebelum kini bersiap menjajaki langkah berikutnya.
"Saya bangga dengan apa yang telah kita capai bersama: dalam kondisi pasar yang sulit, kita berhasil meningkatkan pendapatan komersial secara signifikan hingga mencapai tahun terbaik kita sepanjang sejarah, dan meluncurkan agensi internal yang telah menghasilkan karya-karya fantastis untuk berbagai merek dan mitra".Roberts menyatakan dirinya tertarik pada tantangan yang selama ini mendefinisikan kariernya, yakni membantu bisnis yang berada di titik krusial untuk membangun, mengembangkan, atau merestrukturisasi mesin komersial mereka menuju fase pertumbuhan berikutnya. Ia mengaku tengah menjajaki peran eksekutif dan komersial, termasuk posisi penasihat atau non-executive director, di sektor gaming, esports, olahraga, hiburan, dan media. Bahkan dirinya terbuka akan sebuah tantangan baru, jika ada yang berminat merekrut nya.
"Saya tertarik pada tantangan yang sama yang telah mendefinisikan karier saya: membantu bisnis di titik perubahan penting - membangun, mengembangkan, atau memposisikan ulang mesin komersial mereka untuk fase pertumbuhan selanjutnya. Saya sedang menjajaki peran kepemimpinan eksekutif dan komersial, serta posisi penasihat atau direktur non-eksekutif (NED), di bidang game, esports, olahraga, hiburan, dan media. Jika Anda sedang mengerjakan sesuatu di bidang ini, atau mengenal seseorang yang sedang mengerjakannya, saya terbuka untuk berdiskusi! "
Hingga kini, Team Vitality belum memberikan pernyataan resmi terkait restrukturisasi ini maupun rencana pengisian posisi Co-CEO ke depan.
Bukan Perubahan Kepemimpinan Pertama Tahun Ini
Kepergian Roberts menambah daftar perubahan kepemimpinan di Team Vitality sepanjang 2026. Pada April lalu, organisasi ini mengumumkan salah satu co-founder, Fabien Devide, naik menjadi Chief Executive Officer, menggantikan co-founder lainnya, Nicolas Maurer, yang beralih peran menjadi Chief Strategy Officer. Dalam struktur baru tersebut, Devide memimpin organisasi dengan fokus pada performa kompetitif dan operasional, dengan Counter-Strike 2 disebut sebagai prioritas utama.
Sumber: The Esports Radar (Tarun Sayal); unggahan LinkedIn Vas Roberts