Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Esports Resmi Keluar dari Asian Games Usai 2026, Kuwait Jadi Tuan Rumah Ajang Khusus 2027

Senin, 28 September 2026 | September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T10:24:52Z



MetaArenaNews.id — Esports tidak akan lagi dipertandingkan di Asian Games setelah edisi Aichi-Nagoya 2026. Sebagai gantinya, Olympic Council of Asia (OCA) menyiapkan ajang tersendiri bernama Asian Esports and Mind Sports Games, dengan edisi perdana akan diselenggarakan di Kuwait pada 2027. Presiden OCA mengonfirmasi hal ini di sela-sela pembukaan Asian Games 2026, seperti dilaporkan Sheep Esports, Minggu (27/9/2026).

Menurut laporan tersebut, OCA menandatangani perjanjian tuan rumah dengan Kuwait pada 21 September 2026. Jadwal pasti dan daftar gim yang akan dipertandingkan belum diumumkan. Estimasi awal menyebut hampir 4.000 atlet akan datang ke Kuwait.

Esports Digabung dengan Mind Sports

Selain esports, ajang ini juga mempertandingkan mind sports seperti catur, go, dam, dan bridge. Ajang tersebut direncanakan digelar dua tahun sekali. Manila, Filipina, dilaporkan sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah edisi kedua pada 2029. Kehadiran ajang ini juga menjadi jalur resmi baru bagi esports setelah proyek Olympic Esports Games bersama Arab Saudi dilaporkan dibatalkan.

Rencana untuk pemisahan esports dari Asian Games sebenarnya sudah dirintis sejak 2024. Pada Juni 2024, OCA mengumumkan Asian Games Esports Festival yang digelar tiap dua tahun. Lalu pada 26 November 2024, Dewan Eksekutif OCA secara bulat menyetujui penghapusan esports dari program Asian Games setelah 2026 dan pembentukan ajang terpisah. Dewan juga menyetujui prinsip pembentukan federasi Asia untuk mind sports.

Asian Games 2026 Jadi Edisi Terakhir

Dengan adanya rencana akan pemisahan ini tentu saja otomatis membuat edisi Aichi-Nagoya menjadi yang terakhir bagi esports di Asian Games. Kompetisinya sendiri masih berlangsung hingga 2 Oktober dengan 11 nomor medali dan diikuti lebih dari 30 negara. Gim yang hadir antara lain League of Legends, Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang, dan PUBG Mobile.

Meski keluar dari Asian Games, esports tetap menjadi bagian dari Asian Youth Games sejak edisi 2025 di Bahrain. Karena OCA belum mengumumkan perubahan, esports berpeluang kembali tampil di Asian Youth Games berikutnya di Tashkent pada 2029.

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang belum jelas. Beberapa diantara nya di soroti oleh Sheep Esports, beberapa pertanyaan yang belum terjawab ;

  • Peran Tencent. Tencent Esports menjadi mitra strategis OCA hingga 2035 dan menyediakan sistem kompetisi di Aichi-Nagoya. Belum ada pengumuman soal keterlibatannya di ajang baru.
  • Wajib militer Korea Selatan. Atlet Korsel peraih medali Asian Games bisa mendapat pengecualian wajib militer. Belum diketahui apakah ajang baru ini akan mendapat perlakuan yang sama.
  • Jadwal bentrok. Esports Nations Cup 2027 dijadwalkan di Arab Saudi, setelah sebelumnya ditunda dari 2026 karena ketegangan di Timur Tengah. Dua ajang besar di kawasan yang sama berpotensi membuat kalender akhir 2027 sangat padat, dan keduanya bisa mundur bila situasi regional belum membaik.

Sumber: Sheep Esports (Corentin Phalip); laporan QNA (18/9/2026)

×
Berita Terbaru Update