MetaArenaNews - Kabar mengejutkan menghantam skena kompetitif Dota 2 Tiongkok. Belum genap satu jam setelah dipastikan tersingkir dari ajang bergengsi The International 2026 (TI15), organisasi esports raksasa Vici Gaming mengambil keputusan drastis dengan membubarkan seluruh roster mereka.
Langkah "cuci gudang" supercepat ini menjadi pukulan telak ganda bagi penggemar Dota 2 di Tiongkok, mengingat TI15 diselenggarakan di rumah mereka sendiri, Shanghai.
Gagal Menembus Panggung Utama
Vici Gaming sejatinya menjadi tumpuan terakhir publik Tiongkok untuk memiliki wakil di babak playoff yang akan digelar di Shanghai Oriental Sports Center. Memasuki fase Elimination Stage dengan rekor 2-3 dari babak modified Swiss, nasib mereka ditentukan dalam laga hidup-mati melawan Team Falcons.
Sayangnya, harapan tersebut kandas seketika. Tim tuan rumah harus mengakui keunggulan Team Falcons dengan skor telak 0-2, yang sekaligus menutup rapat pintu menuju panggung utama TI15.
Rekor Disband Tercepat Berujung Tragis
Alih-alih memberikan waktu bagi tim untuk menenangkan diri dan melakukan evaluasi mendalam, manajemen Vici Gaming justru memilih eksekusi instan. Melalui platform Weibo, sang pemilik tim mengumumkan pelepasan seluruh anggota skuad hanya beberapa puluh menit usai laga berakhir.
Keputusan radikal ini merombak total struktur tim:
Pelepasan Total Pemain: Seluruh pemain aktif langsung dilepas dan kini berstatus bebas transfer.
Staf Pelatih Terdampak: Pemutusan kontrak tidak hanya berlaku bagi pemain, tetapi juga menimpa jajaran pelatih.
Tanpa Ruang Evaluasi: Masa depan skuad langsung diputus sesaat setelah kekalahan, menjadikan ini salah satu rekor disband tercepat dalam sejarah turnamen Major.
Masa Kelam Dota 2 Tiongkok
Tragedi Vici Gaming ini semakin mempertegas masa krisis yang tengah melanda region Tiongkok. Sebelumnya, Xtreme Gaming yang berstatus sebagai tim undangan langsung (direct invite) dan representasi terkuat juga harus angkat koper lebih awal di fase grup.
Keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri di Shanghai ternyata tidak berbuah manis. Kegagalan ini memastikan bahwa babak playoff The International 15 akan bergulir tanpa kehadiran satupun perwakilan dari Tiongkok.
Kini, nasib para mantan pemain yang mendadak tak memiliki tim di tengah kerasnya bursa transfer menjadi tanda tanya. Di sisi lain, masa depan Vici Gaming di skena Dota 2 juga belum menemui titik terang—apakah mereka akan mengambil jeda panjang, atau bersiap membangun dinasti baru dari nol.
Jadi bagaimana menurut kalian ?
Tetap kunjungi metaarenews untuk mendapatkan informasi Esports dalam dan luar negeri lainnya