Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Eks Developer Rockstar Bongkar Alasan Batalnya Midnight Club 5

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-04T12:26:38Z
MetaArenaNews — Selama kurun 2000 hingga 2009, Rockstar Games tidak hanya dikenal lewat Grand Theft Auto. Studio ini juga sempat menjadi kekuatan besar di genre balap arcade lewat seri Midnight Club, yang dimulai dari Midnight Club: Street Racing di PlayStation 2 pada 2000 dan berlanjut hingga total empat game dalam sembilan tahun. Namun, seharusnya ada game kelima dalam seri ini, andai saja Rockstar tidak akhirnya mengesampingkan franchise tersebut.

Dalam wawancara bersama Kiwi Talkz di Insider Gaming, mantan senior designer Rockstar, Kris Roberts, yang pernah menggarap seri Midnight Club sekaligus mode multiplayer Red Dead Redemption, membuka fakta baru soal alasan di balik batalnya game kelima tersebut.

Menurut Roberts, tim inti Midnight Club sempat tetap melanjutkan pengembangan setelah dirinya keluar dari proyek. Bahkan, beberapa prototipe kota sempat digarap, salah satunya London, yang saat itu tengah dalam tahap pengembangan peta. Proyek yang disebut sebagai Midnight Club 5 tersebut sempat berjalan, sebelum akhirnya dibatalkan di tengah jalan.

Konflik Internal Jadi Salah Satu Pemicu
Dalam sesi wawancara tersebut Roberts mengungkapkan, salah satu penyebab pembatalan proyek ini adalah adanya konflik cukup serius antara kantor Rockstar New York dan tim Midnight Club yang berbasis di San Diego. Ia mengakui sebagian dari konflik tersebut memang beralasan, mengingat proses pengembangan Midnight Club: Los Angeles sempat berkali-kali meleset dari tenggat waktu, yang di era sebelum distribusi digital, dapat berdampak besar secara finansial bagi studio.

Namun, keterlambatan jadwal bukan satu-satunya faktor. Roberts menyebut kendali kreatif turut menjadi persoalan mendasar antara kedua tim.

Ia menambahkan bahwa performa Midnight Club sebenarnya cukup solid, bahkan mampu bersaing dengan rival sekelas Need for Speed dan Burnout. Data internal pun menunjukkan pemain menghabiskan waktu bermain lebih lama dibanding game kompetitor. Sayangnya, pencapaian tersebut dinilai tak pernah cukup untuk mengubah persepsi internal Rockstar.

"The perception was we never got the accolades or the reception," ujar Roberts, yang menggambarkan bagaimana tim Midnight Club kerap dipandang sebelah mata karena bukan bagian dari waralaba Grand Theft Auto, meski dari sisi kualitas mereka merasa setara dengan studio kelas dunia lainnya.

Tim Dibubarkan, Fokus Sepenuhnya Beralih ke GTA
Usai Midnight Club 5 resmi dibatalkan, tim pengembangnya pun dibubarkan. Sebagian anggota tim dialihkan untuk mengerjakan RAGE, mesin game milik Rockstar, atau bergabung ke proyek Red Dead Redemption. Sisanya, menurut Roberts, terpaksa harus meninggalkan perusahaan.

Pembatalan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya era Midnight Club di Rockstar, dengan seluruh fokus pengembangan selanjutnya diarahkan sepenuhnya ke waralaba Grand Theft Auto.

Sumber: Insider Gaming
Tetap kunjungi MetaArenaNews untuk mendapatkan informasi esports dan gaming dalam dan luar negeri lainnya.
Sumber: Insider Gaming
×
Berita Terbaru Update