Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BTR Bal Kena Serangan Rasisme, BTR by Vitality Langsung Pasang Badan

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-03T09:46:36Z

 

MetaArenaNews — Beberapa jam yang lalu terjadi kejadian yang kurang mengenakkan menimpa salah satu pro player asal Indonesia, yakni BTR Ball. Iqbal Khan atau yang lebih akrab di kenal sebagai Ball mendapatkan serangan rasisme dari salah satu akun Douyin dengan nickname "KPL月光" . 


Dalam salah satu postingan nya, mereka menuliskan capt nya terdengar menyinggung fisik dan warna kulit dari clash Lanner BTR by Vitality ini. Bahkan menuliskan ball sebagai seorang yang berasal dari daerah kumuh di Afrika, 


"Delapan tahun kerja keras dari kemiskinan di Afrika hingga menjadi pemain side lane terbaik Afrika di panggung esports dunia Honor of Kings, dengan menguasai 16 hero peringkat server nasional."


"Pemain asing paling tragis di King of Glory eSports Cup berasal dari daerah kumuh di Afrika."


Atau yang jika menggunakan bahas asli nya mereka menuliskan seperti ini. 


"8年从非洲贫民奋到王者荣耀世界电竞舞台非洲第一边路,手握16个国服英雄."


"王者电竞杯最惨外国选手从非洲贫民窟打过来."


Mendapatkan serangan rasis pada salah satu pro player nya, BTR by Vitality langsung pasang badan. Tak lama setelah postingan ini viral, BTR by Vitality melalui akun sosial Media nya langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam segala tindakan yang menimpa salah satu pro player Honor Of King Mereka, Bal.  Yang tengah berjuang di Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 mewakili BTR. Turnamen internasional ini berlangsung di Prancis sepanjang 2026 sebagai bagian dari rangkaian Esports World Cup (EWC). Pernyataan tegas Bigetron muncul usai beredarnya konten bernada rasis di media sosial yang menyudutkan pemain asal Indonesia tersebut berdasarkan warna kulit dan penampilan fisiknya.


Konten Rasis Beredar di Tengah Perhelatan KWC 2026

Konten yang beredar tersebut mengasosiasikan Bal dengan stereotip merendahkan terkait Afrika, memanfaatkan warna kulit dan penampilan fisiknya sebagai bahan olok-olok di tengah perjuangannya membela BTR di Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 di Prancis. Narasi tersebut dinilai jelas menyinggung unsur SARA dan tidak mencerminkan identitas asli Bal sebagai pemain profesional asal Indonesia yang tengah mengharumkan nama BTR di panggung internasional.


Beredarnya konten tersebut memicu kecaman luas dari komunitas Honor of Kings Tanah Air, hingga akhirnya organisasi tempat Bal bernaung turut angkat bicara secara resmi.


Bigetron by Vitality Angkat Suara

Melalui akun media sosial resminya, Bigetron by Vitality menegaskan sikap tegas mereka menolak segala bentuk rasisme dalam ekosistem esports.


"Esports dibangun atas semangat kompetisi, kerja keras, dan rasa saling menghormati. Apa pun hasil pertandingan, tidak ada ruang untuk ujaran kebencian, terlebih lagi tindakan rasisme," tulis Bigetron Esports dalam pernyataan resminya.


Organisasi tersebut turut menegaskan komitmennya untuk selalu berada di sisi Bal serta seluruh pemain mereka, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai manusia yang berhak mendapatkan rasa aman dan penghormatan.


"Kami akan selalu berdiri bersama pemain kami, mendukung mereka bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai manusia yang berhak mendapatkan rasa aman dan hormat," lanjut pernyataan tersebut.


Di penghujung pernyataannya, Bigetron by Vitality mengajak seluruh komunitas esports untuk menjadikan sportivitas sebagai standar bersama, sekaligus menegaskan sikap tegas mereka lewat tagar #TolakRasisme.


"Kepada seluruh komunitas, mari kita buktikan bahwa esports dapat menjadi ruang yang kompetitif tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Berikan dukungan, sampaikan kritik dengan bijak, dan jadikan sportivitas sebagai standar kita bersama," tutup pernyataan tersebut.


Sikap MetaArenaNews

Sebagai media yang concern terhadap perkembangan esports Tanah Air, MetaArenaNews turut menyatakan sikap tegas mengecam segala bentuk tindakan rasisme, baik dalam ranah esports maupun di manapun itu terjadi. Prestasi dan perjuangan seorang atlet, termasuk Bal, semestinya dinilai dari kualitas permainan dan dedikasinya, bukan dari warna kulit maupun latar belakangnya.


Dukungan Komunitas Esports Indonesia

Pernyataan tegas dari Bigetron by Vitality ini mendapat dukungan luas dari komunitas esports Tanah Air. Publik menilai perjuangan Bal sebagai wakil BTR sekaligus Indonesia di ajang seketat KWC 2026 seharusnya diapresiasi, bukan justru dijadikan bahan rasisme berdasarkan penampilan fisiknya.


Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa isu rasisme di ekosistem esports global masih menjadi tantangan nyata yang harus terus dilawan bersama, tanpa memandang dari negara mana seorang pemain berasal.



Tetap kunjungi MetaArenaNews untuk mendapatkan informasi esports dalam dan luar negeri lainnya.

Sumber: Sosial Media @bigetronesports
×
Berita Terbaru Update